Mulai 2 Februari, Polda Jateng Dan Polres Jajaran Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026
SEMARANG,iNewsMuria.id - Polda Jateng beserta jajaran dan instansi terkait akan melaksanakan operasi kewilayahan dengan sandi Operasi Keselamatan Candi 2026 mulai Senin 2 Februari 2026.
Menurut Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 digelar selama 14 hari mulai 2 hingga 15 Februari 2026 di wilayah Polda Jateng.
“Operasi ini akan digelar selama 14 hari dengan mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi mengakibatkan laka lantas,” ujar Wakapolda Jateng.
Guna kesiapan pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jateng telah menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang diikuti oleh para Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasat Intel, dan Kasi Humas dari 35 Polres jajaran.
Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB bertempat di Gedung Borobudur Mapolda Jateng dan dibuka Wakapolda Jateng.
Turut hadir dalam kegiatan Karo Ops Kombes Pol Basyaradyananda, Dirlantas Kombes Pol Pratama Adhyasastra, Kabid Humas Kombes Pol Artanto, serta sejumlah Pejabat Utama Mapolda Jateng lainnya.
Brigjen Pol Latif Usman mengatakan, Operasi Keselamatan Candi 2026 merupakan tahapan penting dalam rangka mempersiapkan Operasi Ketupat Candi 2026, yang akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang.
Operasi Ketupat Candi 2026 yang digelar di 35 Polres Jajaran di Polda Jateng untuk mengamankan arus mudik, arus balik, serta aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri.
“Operasi Keselamatan Candi digelar guna meningkatkan disiplin masyarakat berlalu lintas, menurunkan jumlah korban fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas, dan menekan angka pelanggaran lalu lintas,” ujar Waka Polda.
Ditegaskan bahwa kegiatan operasi ini bukan sekedar rutinitas, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri khususnya di bidang lalu lintas.
Oleh karena itu dirinya berpesan kepada seluruh personil agar selama kegiatan operasi untuk bekerja dengan hati dan mengedepankan profesionalisme serta pendekatan humanis.
Dalam kesempatan tersebut, Waka Polda juga menekankan kepada seluruh jajaran agar mampu memetakan secara tepat titik rawan kecelakaan dan blank spot, melengkapi dengan rambu serta peringatan lalu lintas.
"Berikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat pentingnya keselamatan berlalu lintas. Perhatikan kesiapan jalur mudik dan baliki, serta menyediakan pelayanan dan fasilitas pendukung.
“Sebagai contoh, tahun lalu di Brebes kita berikan pelayanan valet ride kepada para pemudik yang menggunakan sepeda motor, mulai saat ini disiapkan dengan baik dan disosialisasikan kepada masyarakat,” tegasnya.(*)
Editor : Arif F