get app
inews
Aa Text
Read Next : Kembangkan Agroforestry Tebu, KPH Purwodadi Ajak LMDH Dan Pesanggem Jaga Kelestarian Hutan

Bangun Laboratorium Moderasi Beragama, MAN 1 Grobogan Edukasi Murid Hargai Perbedaan

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 15:55 WIB
header img
Kepala Urusan Tata Usaha MAN 1 Grobogan, Suryanti bersama pengurus FKUB berfoto bersama di laboratorium Moderasi Beragama di Madrasah tersebut. (dok.MAN 1 Grobogan)

GROBOGAN,iNewsMuria.id – Wujudukan pendidikan yang inklusif dan berintegrasi, MAN 1 Grobogan membangun Laboratorium Moderasi Beragama di madrasahnya.

Inovasi pembangunan laboratorium tersebut dipelopori Kepala Urusan Tata Usaha MAN 1 Grobogan, Suryanti, bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Plt Kepala MAN 1 Grobogan, Alifah Robiyatun, mengatakan moderasi beragama menjadi bagian penting dari upaya membangun budaya madrasah yang inklusif, terbuka, dan menghargai keberagaman.

Laboratorium Moderasi Beragama tersebut dikatakan Alifah, adalah salah satu ikhtiar MAN 1 Grobogan dalam membentuk generasi yang toleran, berwawasan kebangsaan, sekaligus berkarakter. 

“Kami ingin madrasah ini (MAN 1 Grobogan) benar-benar menjadi ruang belajar yang menumbuhkan sikap saling menghormati,” kata Alifah dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).

Di laboratorium tersebut lanjut Kepala MAN 1 Grobogan, dilengkapi dengan stan atau miniatur tempat ibadah enam agama yang diakui di Indonesia.

Yakni sambung Alifah Robiyatun, ada masjid (Islam), gereja (Kristen Protestan), gereja (Kristen Katolik), pura (Hindu), vihara (Buddha), dan klenteng (Khonghucu). 

“Kehadiran laboratorium ini menjadi media edukasi bagi murid untuk mengenal, memahami, dan menghargai perbedaan keyakinan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dikatakannya, MAN 1 Grobogan tak hanya moderasi beragama, namun juga terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan target meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Menurut Alifah, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan sistem layanan berbasis digital, keterbukaan informasi publik, hingga penerapan budaya kerja bersih dan profesional. 

Selain itu, perbaikan sarana prasarana juga dilakukan untuk mendukung layanan pendidikan yang lebih cepat dan efisien di MAN 1 Grobogan.

“WBK dan WBBM tak sekadar predikat, tetapi wujud nyata bagaimana madrasah bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya orang tua dan peserta didik,” ujarnya.

Untuk menuju WBK dan WBBM tentunya harus ditopang dengan komitmen bersama. Sehingga, Alifah mengatakan, pihaknya melibatkan guru, tenaga kependidikan, siswa, komite madrasah, hingga masyarakat dalam membangun budaya kerja yang transparan dan akuntabel.

“Kami butuh dukungan semua pihak agar MAN 1 Grobogan bisa menjadi madrasah unggul, berintegritas, serta menjadi contoh pelayanan publik yang baik di bidang pendidikan,” tuturnya.(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut