Logo Network
Network

181 Kebakaran Terjadi di Grobogan Sejak Januari Hingga November 2023, Penyebab Terbanyak Korsleting

Arif Fajar
.
Minggu, 03 Desember 2023 | 09:37 WIB
181 Kebakaran Terjadi di Grobogan Sejak Januari Hingga November 2023, Penyebab Terbanyak Korsleting
Kebakaran rumah milik Agus Purwanto (47), warga di Dusun Krajan, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Jumat (27/10/2023) malam. (Istimewa)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Korlseting listrik menjadi penyebab terbanyak kebakaran di Kabupaten Grobogan sejak Januari hingga November 2023 berdasar data dari Pos Damkar Satpol PP Grobogan.

Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Grobogan Nur Nawanta melalui Kasi Pencegahan Kebakaran, Sulardi tercatat ada 181 kebakaran baik rumah, gudang jerami maupun tempat usaha di Kabupaten Grobogan.

"Dari data yang ada pada kami, dari 181 kejadian kebakaran di Kabupaten Grobogan, terbanyak disebabkan oleh korsleting listrik," jelas Sulardi ketika dihubungi Minggu (3/12/2023).

Selain korsleting listrik, lanjut Sulardi, ada juga lupa mematikan kompor gas, kemudian bediang atau perapian pengusir nyamuk dan lalat di kandang, bara tungku yang menjadi penyebab kebakaran di Grobogan.

Bahkan ada juga gara-gara membakar sampah yang merembet ke rumah, terutama sambung Sulardi, pada saat musim kemarau dimulai Juli hingga September. Ada juga kebakaran disebabkan obat nyamuk bakar.

Ada juga kejadian kebakaran pada 4 Agustus 2023, tambah Sulardi,  di Desa/Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan yang penyebabnya bukan korsleting atau bediang, namun karena ulah orang depresi.

"Jadi ada orang depresi membakar baju dalam rumah, sehingga menyebabkan tiga rumah warga terbakar dalam kejadian tersebut," terang Sulardi.

Dari 181 kejadian kebakaran di Kabupaten Grobogan, menurut Kasi Pencegahan Kebakaran Sulardi, terbanyak terjadi pada bulan Agustus dan Oktober 2023. Di mana ada 35 kebakaran di masing-masing bulan.

Adapun rinciannya, pada Januari 2023 ada 9 kejadian kebakaran dengan total kerugian mencapai Rp1.175.000.00. Februari 2023 ada 3 kebakaran dengan total kerugian Rp116 juta.

Lalu Maret 2023, ada 4 kebakaran dengan total kerugian Rp82 juta, April 2023 10 kebakaran, total kerugian Rp511.500.000, Mei 2023 ada 12 kebakaran total kerugian Rp569,3 juta.

Kemudian Juni 17 kebakaran dengan total kerugian Rp5.866.000.000, Juli 21 kebakaran dengan total kerugian Rp1.052.200.00, Agustus 35 kebakaran dengan total kerugian mencapai Rp3.604.600.000.

Selanjutnya September ada 29 kebakaran dengan total kerugian mencapai Rp1.577.100.000, Oktober ada 35 kejadian kebakaran dengan total kerugian Rp3.203.600.000 dan November 2023 ada 6 kebakaran, kerugian sekira Rp530.110.000.

"Terbaru yakni pada 1 Desember 2023 ada gudang penampungan gas di Kecamatan Ngaringan," ujar Sulardi.

Dengan banyaknya kebakaran yang disebabkan korsleting listrik, Sulardi mengimbau kepada masyarakat untuk mengecek instalasi listrik yang ada di rumah. Jika sudah aus segera diganti dengan yang baru sesuai standar. (*)

Editor : Arif F

Follow Berita iNews Muria di Google News

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.