Logo Network
Network

Kemendikbudristek Gelar Lokakarya PGP di Grobogan, Perkuat Pendidikan Karakter

Arif Fajar
.
Sabtu, 02 Desember 2023 | 17:37 WIB
Kemendikbudristek Gelar Lokakarya PGP di Grobogan, Perkuat Pendidikan Karakter
Stand pamerkan karya guru dan siswa dalam Lokakarya Tujuh Pendidikan Guru Penggerak yang digelar Kemendikbudristek melalui BBGP Jateng di Gedung PGRI Grobogan, Sabtu (2/12/2023). (Istimewa)

GROBOGAN,iNewsMuria.id – Kemendikbudristek menggelar Lokakarya Tujuh Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan VIII Kabupaten Grobogan di Gedung PGRI Danyang, Purwodadi, Sabtu (2/12/2023).

Lokakarya yang digelar melalui Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jateng diikuti sebanyak 121 calon guru penggerak (CGP) dan 18 orang Pengajar Praktik (PP). Di kegiatan itu juga ada sejumlah stand pameran.

Setidaknya ada 18 stand yang menampilkan karya guru dan siswanya. Menurut Koordinator Pengajar Praktik Grobogan, Bambang Setiyono, lokakarya tersebut merupakan bagian akhir dari program CGP.

“Setelah menjalani pembelajaran selama enam bulan, lalu diimplementasikan di sekolah masing-masing. Kemudian hasilnya berupa karya yang dipamerkan di kegiatan ini,” ujarnya.

Keberadaan guru penggerak, lanjut Bambang, bisa menunjang perubahan sekaligus meningkatkan dan memperkuat pendidikan karakter bagi para siswa. Termasuk juga untuk kinerja yang lebih baik dari para pengajar.

Sehingga Lokakarya Tujuh ini mengusung konsep Bhineka Tunggal Ika di mana peserta pun mengenakan baju adat dari Sabang sampai Merauke. Apalagi beberapa sekolah di Grobogan ada siswa dari Papua.


Guru Penggerak melakukan ikrar saat Lokakarya Tujuh Pendidikan Guru Penggerak di Gedung PGRI Grobogan. (Istimewa)

 

“Ini juga menunjukan sistem pengajaran kami mampu diterima semua anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia,” jelas Bambang.

Sementara Kepala Disdik Grobogan Purnyomo mengapreasiasi BBGP Jateng yang telah memfasilitasi dan mensuport kegiatan yang diikuti ratusan CGP. Diharapkan pesertanya menggerakan lingkungannya.

“Para guru diharapkan mampu mengimplentasikan sehingga bisa turut tergerak, bergerak dan menggerakkan. Mengingat pendidikan di era modern memerlukan tenaga penggerak sesuai zamannya,” jelas Purnyomo.

Selain itu, tambah Purnyomo, dengan menjadi guru penggerak nantinya bisa mencapai posisi jabatan kepala sekolah hanya perlu membutuhkan satu periode dalam empat tahun.

“Yang masih muda-muda diharapkan tergerak melakukan perubahan agar Disdik enggak begitu-begitu saja. Sehingga PAUD, TK, SD dan SMP bisa menjadi luar biasa di tangan para pengajar kreatif,” tambah Purnyomo. (*)

Editor : Arif F

Follow Berita iNews Muria di Google News

Bagikan Artikel Ini