JAKARTA, iNewsMuria.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng sebanyak 123 perguruan tinggi guna mempercepat langkah pengentasan kemiskinan di wilayahnya. Langkah strategis ini mencakup kegiatan penelitian, akurasi pendataan, hingga pendampingan langsung kepada masyarakat desa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pelibatan akademisi sangat krusial agar intervensi program berjalan lebih akurat. Berdasarkan data resmi, tingkat kemiskinan di daerah tersebut mengalami penurunan menjadi 9,21 persen pada Maret 2026.
Penurunan persentase angka kemiskinan tersebut setara dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 81.250 orang secara tahunan. Untuk mempercepat tren positif ini, cakupan kerja sama kampus diperluas dengan penambahan 74 perguruan tinggi baru di tahun 2026.
Bentuk sinergi lintas sektor ini meliputi KKN tematik, penanganan stunting, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga pengembangan teknologi air. Penanganan masalah sosial dinilai harus meluas ke sektor edukasi, akses kesehatan, dan penguatan keuangan keluarga.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mendorong perubahan paradigma dari sekadar pemberian bantuan menjadi pemberdayaan mandiri. "Semakin sukses pemberdayaan, semakin kecil jumlah penerima bansos," ujar Muhaimin usai menghadiri rapat koordinasi, di Salatiga, dikutip Kamis (15/10/2026).
Strategi utama pemberdayaan masyarakat difokuskan pada perluasan akses permodalan, kepemilikan tanah, serta pendidikan yang inklusif. Pemerintah sendiri telah memetakan lebih dari 16.500 desa prioritas nasional sebagai fokus penanganan kemiskinan.
Sebagai wujud komitmen nyata, sejumlah kampus sepakat memfasilitasi program beasiswa pendidikan tinggi bagi kader pemberdayaan desa. Rencana penyediaan sekitar 2.000 beasiswa ini disiapkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di pedesaan.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menyebut kolaborasi berbasis data ini akan mengoptimalkan peran akademisi di lapangan. "Kampus tidak hanya sekadar berada di menara gading, tetapi kampus terlibat di dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di daerah," tegas Fauzan.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
