JEPARA, iNewsMuria.id– Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar didampingi jajaran Forkopimda turun langsung meninjau progres pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah titik, Senin (06/07/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target sekaligus menjaga kualitas pembangunan yang dibiayai melalui APBD.
Dua ruas yang menjadi lokasi peninjauan yakni Bendanpete–Buaran dan Nalumsari–Papringan yang berbatasan dengan Kabupaten Kudus.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Jepara mengalokasikan anggaran sebesar Rp210 miliar dari APBD untuk pembangunan infrastruktur jalan. Selain itu, pemerintah juga mengajukan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) sebesar Rp100 miliar.
"Dari pusat kita ajukan Rp100 miliar lewat IJD. Untuk wilayah Karimunjawa sekitar Rp55 miliar, sedangkan sisanya untuk wilayah Bangsri dan Kedung," ujarnya.
Menurutnya, ruas Bendanpete–Buaran yang ditinjau merupakan proyek yang sepenuhnya dibiayai melalui APBD. Hingga saat ini progres pekerjaan terus menunjukkan perkembangan positif.
"Untuk Bendanpete–Buaran, minggu depan progresnya sudah mencapai 50 persen. Sementara di lokasi lain ada yang masih B0 dan ada juga yang sudah mencapai 25 persen," jelasnya.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga target penyelesaian pada September 2026 dapat tercapai.
"Kalau Bendanpete–Buaran target selesai 18 September. Rata-rata ruas yang kita kerjakan juga ditargetkan selesai pada September," tambahnya.
Witiarso mengungkapkan, tahun ini terdapat total 60 ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 ruas sudah berkontrak dan seluruhnya merupakan pekerjaan peningkatan kualitas jalan.
"Saat ini tingkat kemantapan jalan di Jepara sudah mencapai 78,75 persen. Sisanya akan terus kita tuntaskan secara bertahap," katanya.
Ruas Bendanpete–Buaran memiliki peran strategis karena menjadi akses utama menuju Pondok Pesantren Balekambang, mendukung aktivitas pendidikan, memperlancar distribusi hasil pertanian, sekaligus menjadi penghubung antarwilayah kecamatan.
Proyek tersebut meliputi perkerasan beton sepanjang 1.130 meter serta pembangunan saluran air sepanjang 76,8 meter. Pekerjaan dimulai pada 4 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 18 September 2026 dengan pagu anggaran sebesar Rp4,1 miliar.
Sementara itu, ruas Nalumsari–Papringan menjadi jalur alternatif yang banyak dimanfaatkan pekerja pabrik dari dan menuju Kabupaten Kudus. Jalur tersebut berada di tengah permukiman warga dan diapit area perkebunan singkong serta tebu.
Meski tidak seramai jalan utama, ruas tersebut memiliki fungsi penting sebagai akses mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi hasil pertanian.
Pekerjaan di ruas tersebut berupa perkerasan beton sepanjang 267 meter, dimulai pada 4 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada 22 September 2026 dengan pagu anggaran Rp1,1 miliar. Proses pengerjaan berlangsung relatif cepat karena arus lalu lintas ditutup total selama pekerjaan dan panjang penanganan yang relatif pendek.
Salah seorang warga Desa Buaran, Rumini, mengaku bersyukur karena jalan di depan rumahnya yang telah lama rusak akhirnya diperbaiki.
"Jalan di depan rumah sudah sangat lama rusak. Pernah ditambal tapi cepat rusak lagi karena sering dilewati kendaraan berat. Alhamdulillah sekarang saya lihat mulai banyak yang diperbaiki dan semoga segera bisa dirasakan manfaatnya dengan jalan yang mulus," ungkapnya.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
