GROBOGAN,iNewsMuria.id – Tradisi leluhur Merti Desa atau Sedekah Bumi digelar Pemerintah Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan selama dua hari, mulai Senin-Selasa (27-28/4/2026).
Kegiatan Merti Desa menjadi magnet bagi warga Desa Sugihmanik dan desa sekitarnya. Tradisi ini sebagai wujud syukur kepada alam dan para leluhur.
Kepala Desa Sugihmanik, Imam Santoso, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan disusun sedemikian rupa untuk memadukan unsur budaya, religi, dan edukasi.
Hari Pertama (Senin) Merti Desa diisi dengan pawai seni budaya dan pendidikan disambung dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.
Hari Kedua (Selasa) warga berfokus pada pelestarian lingkungan dengan melakukan aksi bersih-bersih di sumber mata air Sendang Sari dan Sendang Mudal. Ritual ini ditutup dengan pementasan seni tayub yang menjadi ciri khas tradisi setempat.
"Merti Desa tak sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan bentuk syukur atas hasil alam yang melimpah dan upaya menjaga kelestarian alam, khususnya sendang sebagai sumber air utama warga," ujar Imam Santoso.
Selain dimensi spiritual, Imam Santoso menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal akar budaya mereka.
“Melalui doa bersama dan pertunjukan seni, nilai-nilai tradisional diharapkan tetap terjaga di tengah gempuran zaman,” tuturnya.
Tak hanya soal pelestarian budaya, Merti Desa terbukti menjadi penggerak roda ekonomi warga lokal. Kawasan Balai Panjang Sugihmanik berubah menjadi pasar tumpah yang dipadati penjual makanan, jajanan, hingga mainan anak-anak.
Keuntungan nyata dirasakan oleh para pedagang kecil yang mampu meraup rezeki nomplok selama dua hari pelaksanaan kegiatan Merti Desa Sugihmanik.
Seperti disampaikan Ratmi (67) penjual kacang rebus yang dagangannya ludes terjual hingga lebih dari 50 kg. Serta Taryo (40) pedagang mainan yang meraup untung Rp500.000 selama dua hari berjualan.
"Alhamdulillah berkah dan bersyukur dagangan habis. Kacang rebusnya bisa jual sampai lebih dari 50 kg," ungkap Ratmi dengan wajah sumringah.(*)
Editor : Arif F
Artikel Terkait
