GROBOGAN,iNewsMuria.id – Bupati Grobogan Setyo Hadi memperingatkan kemungkinan penuruan anggaran pada Tahun 2007 mengingat Grobogan masih sangat bergantung pada dana transfer pusat.
Kondisi global berupa konflik geopolitik di Timur Tengah (AS-Israel dengan Iran) dikhawatirkan juga memicu krisis energi yang berimbas pada APBN yang berdampak langsung pada kemampuan fiskal daerah.
Peringatan Bupati Grobogan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Musrenbang yang digelar di tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2025-2029, mengusung tema:“Penguatan Perekonomian Daerah yang Inklusif, SDM Berkualitas, dan Pelayanan Publik yang Modern.”
Dikatakan Bupati Setyo Hadi, apalagi Pemerintah Daerah juga dibebani harus membagi porsi anggaran yang ada untuk dana cadangan Pemilu dan pembayaran cicilan pinjaman daerah.
“Ditambah lagi belanja pegawai maksimal 30% sesuai UU Hubungan Keuangan Pusat-Daerah (HKPD), tentunya berpengaruh pada besaran anggaran,” jelas Bupati Grobogan.
Guna menyiasati ancaman penurunan anggaran, Bupati Setyo Hadi menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih selektif dalam menyusun program.
OPD di lingkup Pemkab Grobogan, lanjutnya dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mencapai indikator kinerja utama.
"Dengan semangat ‘Mbangun Deso Noto Kutho’, mari kita tangani permasalahan pembangunan secara bersama. Insya Allah dengan sinergi dan kolaborasi, kita pasti bisa," kata Bupati.
Kendati demikian Bupati Setyo Hadi memaparkan bahwa saat ini Kabupaten Grobogan menunjukkan progres yang menggembirakan di berbagai sektor.
“Perekonomian tumbuh positif, kemiskinan turun, IPM naik, inflasi terkendali, pengangguran berkurang, dan pendapatan per kapita meningkat. Kondisi infrastruktur juga membaik, terutama jalan mantap,” ungkapnya.
Namun pemerintah daerah tidak boleh berpuas diri. Beberapa isu krusial dikatakan Bupati Grobogan Seryo Hadi masih menjadi "pekerjaan rumah" yang harus diprioritaskan pada tahun 2027.
Seperti penanganan stunting dan penanggulangan kemiskinan. Peningkatan kualitas jalan dan penataan kota dan mitigasi bencana serta pengelolaan sampah.(*)
Editor : Arif F
Artikel Terkait
