SEMARANG,iNewsMuria.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah memfasilitasi sebanyak 21.975 orang dalam program Mudik dan Balik Gratis Lebaran 2026.
Program ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memfasilitasi warga yang akan kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di kampung halaman.
Tahun ini, Pemprov Jateng mengerahkan armada bus dan moda kereta api untuk mengangkut ribuan penumpang menuju wilayah Jabodetabek dan Bandung.
Data dari Humas Pemprov Jateng yang diperoleh Senin (30/3/2026) menyebutkan, total armada yang digunakan dalam program tersebut, ada 84 Bus dan empat gerbong Kereta Api.
“Secara kumulatif, rangkaian program Mudik dan Balik Gratis Pemprov Jateng tahun 2026 ini telah melayani total 21.975 orang,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arif Djatmiko.
Adapun titik keberangkatan bus arus balik gratis, Asrama Haji Donohudan (41 bus), Terminal Bulupitu Banyumas (21 bus), Terminal Mangkang Semarang (11 bus) dan pemberangkatan mandiri (Magelang, Kendal, Kudus, Blora: 11 bus).
Untuk menjamin keamanan, dikatakan Arif Djatmiko, seluruh armada bus dan kru dipastikan telah lolos pemeriksaan kelayakan (ramp check) sebelum berangkat.
Sedangkan moda Kereta Api telah diberangkatkan lebih awal pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang menuju Stasiun Pasar Senen menggunakan KA Tawang Jaya Premium.
Sementara Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat pelepasan peserta Program Balik Rantau Gratis 2026 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, mengatakan hal itu wujud nyata kehadiran negara membantu masyarakat.
"Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas, tidak hanya pada saat mudik, tetapi saat balik pun kita lakukan. Dengan biaya perjalanan yang ditanggung pemerintah," ujar Luthfi.
Menurut Gubernur balik bareng yang terkoordinasi akan membuat pergerakan pemudik lebih terkonsentrasi dan mudah diawasi, sehingga mampu meminimalkan titik rawan kecelakaan.
Ahmad Luthfi berpesan agar para perantau tetap menjaga identitas positif warga Jawa Tengah di tanah rantau. "Jawa Tengah itu pekerja keras, sopan, dan toleran," pungkasnya.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
