SD 1 Muhammadiyah Direvitalisasi, Salah Satu Sekolah Tertua Di Kudus, Masuk Daftar Cagar Budaya

Langgeng Widodo
SD 1 Muhammadiyah Kudus. Foto : Dokumentasi.

KUDUS,iNewsMuria.id-SD 1 Muhammadiyah Kudus adalah salah sekolah dasar di Kabupaten Kudus. SD yang berlokasi di Jalan KHR Asnawi Nomer 34, Pejaten, Damaran Kudus Kota itu berdiri sejak 1920.

Meski sudah berumur lebih dari satu abad, bangunan SD 1 Muhammadiyah Kudus hingga kini masih berfungsi sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.

Dalam sejarahnya, bangunan sekolah tersebut selama masa penjajahan adalah HIS atau Hollandsch Inlandsche School, yakni sekolah Belanda yang diperuntukkan bagi anak-anak pribumi kelas menengah.

Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merevitalisasi bangunan sekolah yang masuk daftar cagar budaya itu. Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu'ti, revitalisasi bangunan cagar budaya perlu perlakuan khusus. 

Sehingga pada saat proses revitalisasi dilakukan, harus bisa menjaga unsur sejarahnya. Karena itu, kata menteri, penonjolan nilai sejarah menjadi penting untuk membangun spirit dan semangat menuju pendidikan yang lebih maju.

"SD yang sudah ada lebih dari satu abad, dengan alumni yang sudah tersebar di mana-mana, ini bisa jadi inspirasi bagi anak-anak," ungkap Prof Abdul Mu'ti, ketika meninjau sekolah tersebut, Jumat (2/1/2026).

Revitalisasi SD cagar budaya itu juga menjadi bagian untuk mendukung pelestarian budaya supaya tidak tercerabut dari akarnya. Bahkan untuk mendukung pelestarian budaya pula, menteri mengusulkan pembiasaan penerapan bahasa Kudusan sebagai bagian dari trigrata bangun bahasa.

"Utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing," pesan Mendikdasmen.

Lebih lanjut Prof Abdul Mu'ti mengatakan, Pemerintah Pusat mengucurkan anggaran Rp 94,241 miliar untuk program revitalisasi sekolah di Kabupaten Kudus. Meliputi sembilan PAUD, 71 SD, 50 SMP, enam SMA, empat SMK, dan satu SLB.

"Ini bagian dari program revitalisasi nasional yang anggarannya mencapai Rp 16,9 triliun. Alhamdulillah 95 persen telah selesai, sebagian yang belum tinggal faktor teknis, cuaca maupun penyuplai material," ungkap menteri.

Di tempat yang sama, Kepala SD 1 Muhammadiyah Indira Noor Hasanah menyampaikan, revitalisasi tersebut menghabiskan anggaran berkisar Rp 553 juta dari Kendikdasmen. Ada enam ruang kelas yang direvitalisasi, termasuk bangunan cagar budaya.

"Renovasi bangunan cagar budaya di SD 1 Muhammadiyah terakhir dilakukan pada 2003," kata kepala sekolah.

Menurut Indira, revitalisasi yang dilakukan tahun ini tidak mengubah fungsi utama dari bangunan cagar budaya. Justru sebaliknya, bangunan lama yang sudah lapuk dan pecah dibenahi supaya siswa aman saat kegiatan belajar mengajar (KBM).

Pihaknya berharap revitalisasi gedung ini bisa membuat pembelajaran di kelas lebih nyaman. "Alhamdulillah sekarang semuanya sudah diperbaiki, kondisinya bagus dan anak-anak juga belajarnya lebih tenang dan nyaman," ucapnya.(*)

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network