Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Soroti Darurat Narkoba, GRANAT Nilai Pemberantasan Belum Maksimal dan Minta P4GN Lebih Agresif
Advertisement . Scroll to see content

Isu Sejumlah Petinggi Polri Diamankan Mabes, Kadiv Humas Buka Suara

Selasa, 03 November 2026 | 14:43 WIB
  • author Fitri Mulia
Isu Sejumlah Petinggi Polri Diamankan Mabes, Kadiv Humas Buka Suara
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir merespons kabar penangkapan sejumlah jenderal yang disebut ditahan di Mako Brimob. Kadiv Humas Polri mengaku masih mengecek informasi tersebut. Foto istimewa

JAKARTA, iNewsMuria.id - Mabes Polri akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait maraknya isu yang menyebutkan sejumlah perwira tinggi korp baju cokelat telah diamankan oleh aparat. Kabar yang beredar luas di tengah publik tersebut dikaitkan dengan dugaan keterlibatan perwira berpangkat inspektur jenderal dalam aksi pengerahan massa di Yogyakarta.

Dikutip dari iNews.id, isu liar yang berembus sejak Selasa (3/11/2026) itu menyatakan para jenderal bintang dua tersebut ditangkap oleh personel Brimob dan ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua. Situasi di kompleks Markas Besar Polri juga sempat disorot menyusul pergerakan personel Brimob yang dinilai tidak biasa oleh awak media.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyatakan pihaknya masih harus memverifikasi dan mengecek kebenaran informasi penangkapan tersebut secara mendalam. Ia menjelaskan bahwa setiap pelaksanaan agenda pengamanan unjuk rasa selalu diiringi oleh mekanisme evaluasi menyeluruh dari internal kepolisian.

“Tadi yang disampaikan nanti kami akan cek,” kata Irjen Johnny Edizon Isir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026). Pihaknya menegaskan bahwa penanganan aksi penyampaian pendapat kini terus ditransformasikan demi mengedepankan asas pelayanan publik.

Johnny menyampaikan bahwa pendekatan kepolisian dalam mengawal jalannya aksi unjuk rasa di lapangan telah bergeser dari crowd control menjadi crowd management. Kendati demikian, penegakan hukum tegas berbasis bukti ilmiah tetap akan diberlakukan terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

“Tentunya berbasis ilmiah artinya ketika proses penegakan hukum, siapapun dia akan kemudian kita minta pertanggungjawaban,” tegas Johnny di hadapan wartawan. Pihaknya mengingatkan bahwa penindakan hukum tidak akan tebang pilih jika ditemukan adanya tindakan anarkis di balik pergerakan massa.

Saat dicecar kembali mengenai kepastian penangkapan pejabat kepolisian yang terlibat, pihak Kadiv Humas belum bersedia memberikan jawaban spesifik mengenai rincian nama maupun perkara. Pihaknya meminta wartawan untuk bersabar menunggu hasil proses evaluasi resmi yang tengah berjalan di internal korps bhayangkara.

Johnny mengaku sangat memahami dinamika serta pembicaraan yang sedang hangat menjadi pusat perhatian di kalangan wartawan senior. Ia menjanjikan bahwa keterangan resmi mengenai simpang siur informasi penangkapan perwira tinggi ini akan segera disampaikan secara terbuka dalam waktu dekat.

“Nanti ada saatnya, ya, mungkin ndak lama lagi, ya,” pungkas Johnny.

Sumber: iNews.id

Editor: Arif F

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut