Tiga Hal Utama yang Perlu Diperhatikan dalam Mengelola Keuangan, Apa Saja ?
SOLO-iNewsMuria.id-Kemampuan mengelola keuangan harusnya dikuasai setiap orang sejak dini. Termasuk para pelajar maupun mahasiswa. Sebab meski belum memiliki penghasilan sendiri, setidaknya setiap harinya mereka juga harus mengelola uang saku yang diberikan orang tua.
"Uang yang dikelola dengan baik akan lebih kuat daripada uang yang sekedar banyak," kata financial planner Himawan Adhi ketika menyampaikan paparan dalam "Seminar Finansial, Inspiraya : Smart Money, Save Future" di Solo.
Seminar menghadirkan dua nara sumber utama, yakni Himawan Adhi sebagai financial planner dan Community Branch Leader Solo Bank Raya, Irma Nofrianti Hanandar. Acara diikuti oleh para mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS).
Lebih lanjut Himawan Adhi mengatakan, ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan, sebelum bicara mengenai investasi dan lainnya. Ketiga hal itu adalah :
1. Need vs Wants
Dalam hal ini seseorang harus memahami apa yang benar-benar menjadi kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan. Kebutuhan dapat diartikan sebagai sesuatu yang harus dilakukan atau dipenuhi untuk keberlangsungan hidup kita. Sedangkan keinginan merupakan hal-hal yang bagus, yang bisa kita lakukan selama tidak mentelantarkan kebutuhan.
2. Sisih dan Sisa
Sepintas mungkin hampir sama, namun keduanya jelas berbeda. Menyisihkan uang akan dilakukan di depan secara sengaja dan berjalan secara disiplin. Sedangkan sisa, hanya muncul di belakang, setelah uang yang kita miliki kita gunakan. Namun yang akan menjadi persoalan adalah ketika uang yang kita miliki dan digunakan, itu tidak bersisa, atau justru kurang.
3. Smart Budgeting
Melalui penganggaran yang cerdas itu, seseorang harus mampu menekan pengeluaran sehingga tidak melampaui pemasukan. "Jadi hindari yang namanya defisit. Apapun yang terjadi betiap bulan, budget harus selalu surplus," jelasnya.
Namun semua itu tidak mudah tanpa adanya kedisiplinan. Untuk mengantisipasi kendala yang muncul, seperti adanya kebutuhan yang tiba-tiba membengkak dalam satu bulan, maka di itulah pentingnya menyiapkan dana darurat. Dana tersebut memang sengaja disiapkan untuk kebutuhan darurat.
"Cara menyiapkan dana darurat untuk anak muda adalah dengan menghitung 6 kali rata-rata pengeluaran bulanan. Untuk mengumpulkannya dapat dilakukan secara bertahap," jelasnya.
Konsep Smart Budgeting dan Peran Bank Digital
Perkembangan dunia perbankan saat ini juga bisa menjadi keuntungan tersendiri. Misalnya aja dengan daya bank digital yang menawarkan berbagai fitur untuk mendukung smart budgeting. Bank digital mendukung pengelolaan keuangan dengan fitur multi-rekening. Pengguna dapat membuat folder untuk dana darurat, saving, kegiatan sosial, dan bahkan liburan.
Sementara itu, di Indonesia salah satu bank digital yang memiliki beragam fitur menarik adalah Bank Raya. Irma Nofrianti Hanandar menyampaikan Bank Raya adalah bank digital dari BRI, salah satu bank terbesar di Indonesia.
"Bank Digital adalah layanan perbankan yang memungkinkan nasabah mengakses berbagai produk dan layanan keuangan secara digital melalui aplikasi, tanpa perlu datang ke kantor cabang," jelasnya.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi di Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Irwan Trinugroho Ph.D berharap para mahasiswa yang mengikuti seminar tersebut dapat belajar langsung dengan para narasumber mengenai pengelolaan keuangan.
"Melalui acara ini para mahasiswa bisa bertemu langsung dengan para praktisi dan belajar mengenai keuangan dan dunia digital di sektor jasa keuangan," kata dia.(*)
Editor: Arif F