get app
inews
Aa Text
Read Next : Genjot Realisasi Anggaran, Bupati Grobogan Minta OPD Jangan Tunda Selesaikan Kendala Pembangunan

Waspada Puncak Musim Kemarau, Polres Grobogan Siagakan 450 Personel Gabungan Antisipasi Karhutla

Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:17 WIB
header img
Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Grobogan saat musim kemarau 2026, digelar di Mapolres Grobogan, Rabu (5/8/2026).(Arif Fajar)

GROBOGAN, iNewsMuria.id - Menghadapi ancaman puncak musim kemarau dan potensi kebakaran hutan serta lahan (Karhutla), Polres Grobogan menggelar apel siaga gabungan di halaman Tri Brata Mapolres Grobogan, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam mengantisipasi bencana di wilayah Kabupaten Grobogan.

​Apel siaga yang dipimpin langsung oleh Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama ini melibatkan sekitar 450 personel gabungan. Kekuatan tersebut terdiri dari jajaran Polres Grobogan, Kodim 0717 Grobogan, Perhutani, BPBD, Satpol PP, Damkar, Pemkab, PMI Grobogan, hingga Dinas Lingkungan Hidup.

​AKBP Endhie Pratama menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengecek kesiapan di lapangan sekaligus menyamakan persepsi dan pola tindak agar setiap petugas sigap menghadapi kemunculan titik api.

​"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut direktif Bapak Kapolda Jawa Tengah tentang antisipasi kebakaran hutan dan lahan, sekaligus sebagai wujud kesiapsiagaan kita menghadapi puncak musim kemarau tahun 2026," ujar AKBP Endhie.


Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama mengecek peralatan pemadam kebakaran, Rabu (5/8/2026).(Arif Fajsr)

​Dalam arahannya, Kapolres mengingatkan bahwa ancaman Karhutla saat ini telah menjadi isu global yang semakin intens. Berdasarkan data Organisasi Meteorologi Dunia per Juni 2026, suhu bumi berada di angka 1,49°C di atas era praindustri. Fenomena El Nino juga diprediksi mencapai kategori kuat pada periode Agustus hingga Oktober 2026.

​Secara nasional, luas Karhutla periode Januari–Juni 2026 tercatat mencapai 107.465 hektar, dengan akumulasi titik panas (hotspot) hingga 27 Juli 2026 mencapai 118.420 titik atau melonjak 167% dibanding tahun lalu. Sementara itu, untuk wilayah Grobogan sendiri, terpantau ada sekitar 23 titik panas dari pantauan kamera satelit.

​Dampak kemarau panjang ini sudah mulai dirasakan warga Grobogan. Tercatat dalam rentang waktu 27 Juli hingga 3 Agustus 2026, telah terjadi 8 kejadian kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di Kecamatan Gabus, Kradenan, Gubug, Tanggungharjo, Ngaringan, dan Kedungjati.

​Mengantisipasi terjadinya Karhutla di Grobogan, lanjut Kapolres, berbagai sarana prasarana disiagakan, mulai dari mobil pemadam kebakaran, mobil AWC (Armored Water Cannon) milik kepolisian, hingga armada milik BPBD.

​Kapolres Grobogan memberikan sejumlah penekanan penting yang harus dilaksanakan oleh seluruh petugas di lapangan. Yakni, 0etugas bersama Babinsa diminta aktif turun ke desa, menggandeng petani, pemilik ternak, dan tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan larangan membakar jerami, lahan, serta sampah. 

Patroli dialogis harus digencarkan, khususnya pada jam rawan siang hingga malam hari di 6 kecamatan rawan. Membentuk regu siaga bencana dengan kekuatan 80 personel yang bertugas hingga 31 Agustus. 15 menit pertama penanganan adalah kunci penentu apakah api dapat dipadamkan atau meluas.

​Pelaporan Satu Pintu: Setiap kejadian wajib dilaporkan secara berjenjang dan terintegrasi dengan Pusdalops BPBD agar tidak ada informasi yang simpang siur.

Melakukan penegakan hukum secara selektif dan terukur bagi pembakar lahan sengaja, namun tetap mengedepankan sikap humanis kepada masyarakat. Petugas diimbau untuk selalu menjaga keselamatan diri, menggunakan alat pelindung diri, serta merapatkan barisan dan menjaga sinergi lintas instansi.

​Sementara itu, Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polres, Kodim, dan seluruh instansi terkait atas kesiapsiagaan yang ditunjukkan.

​"Kita lihat bersama-sama dari personel dan perlengkapan, semua insyaallah memadai. Tapi semoga yang ada ini nanti tidak kepakai semua. Artinya, kita sedia payung sebelum hujan," pungkas Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo.

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut