Hujan Deras dan Luapan Sungai Lusi Serta Glugu, 455 Kepala Keluarga di Grobogan Terdampak Banjir
GROBOGAN,iNewsMuria.id – Hujan deras menyebabkan sungai Lusi dan Glugu meluap. Sedikitnya 455 kepala keluarga (KK) di 8 desa di 5 kecamatan di Grobogan terdampak banjir.
Hingga Senin (13/4/2026) kondisi banjir di sebagian lokasi dengan ketinggian 10-40 cm belum surut. Sementara ketinggian air atau elevasi Sungai Lusi masih stabil.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan dan pantauan di lapangan menyebutkan, bahwa hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada Minggu (12/4/2026) pukul 14.30 WIB-17.00 WIB.
Akibat hujan deras tersebut menyebabkan luapan Sungai Lusi, hal ini juga berakibat aliran air yang menuju sungai tersebut, salah satunya Sungai Glugu di Purwodadi terhambat.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Grobogan Wahju Tri Darmawanto di sela pemantauan banjir mengatakan, lima kecamatan tersebut, Purwodadi, Toroh, Geyer, Tawangharjo, dan Wirosari.

Di Kecamatan Purwodadi banjir menggenangi jalan perkampungan dan pekarangan rumah warga di Dusun Karanganyar dengan ketinggian air sekitar 5–10 cm. Air belum surut.
Lingkungan RW01 Jajar, Kelurahan Purwodadi, banjir menggenangi jalan perkampungan dan 331 rumah warga dengan ketinggian air sekitar 30 – 40 cm dan air belum surut.
Lingkungan RW22 Banaran, Keluarahan Purwodadi, banjir menggenangi jalan perkampungan dan 75 rumah warga dengan ketinggian air sekitar 30 – 40 cm dan belum surut sampai saat ini.
Lingkungan RW02 Kemasan, Kelurahan Purwodadi, banjir menggenangi jalan perkampungan dan 65 rumah warga dengan ketinggian air sekitar 30 – 40 cm dan masih banjir.
Di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, banjir menggenangi jalan masuk ke Desa Jono dengan ketinggian air 10–30 cm. Saat ini air berangsur surut.
Lalu di Desa Boloh, Kecamatan Toroh banjir bandang dari hutan melanda Dusun Kayen dan Dusun Kaluwan masuk ke permukiman warga dan menggenangi jalan perkampungan.
“Ketinggian air 10–25 cm. Di Dusun Kaluwan terdapat 4 rumah warga terdampak dengan ketinggian air 5–10 cm. Banjir saat ini sudah surut,” jelas Kalak BPBD Wahju Tri Darmawanto.
Sementara di Kecamatan Geyer, banjir bandang dari hutan melanda Dusun Gaji, Desa Monggot dan menggenangi beberapa rumah warga. Saat ini air sudah surut.
Sedangkan di Kecamatan Wirosari, banjir bandang dari hutan masuk ke permukiman warga dan mengenangi rumah di Dusun Getas, Desa Mojorebo. Saat ini air sudah surut.
“Kami terus memantau perkembangan banjir, sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi atau memintau dievakuasi,” tambahnya.
Editor : Arif F