Desa Jono Jadi Sentra Buah Organik Grobogan, Panen Melon Premium Bumdes Aji Saka Jadi Bukti
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir pertanian organik di Kabupaten Grobogan.
Hal itu setelah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aji Saka menggelar panen kedua melon organik sekaligus meresmikan greenhouse desa sebagai motor penggerak ekonomi baru bagi warga.
Bupati Grobogan, Setyo Hadi, bersama jajaran pejabat daerah ikut hadir dalam panen tersebut. Hasil mencatatkan tren positif, di mana kualitas dan kuantitas buah dinilai melampaui panen perdana.
Sebanyak 1.100 tanaman melon jenis Lavender berhasil dipanen dengan rata-rata bobot mencapai 1,7 kilogram per buah. Melon premium dengan ciri khas perpaduan warna kuning dan hijau ini dibanderol seharga Rp30.000 per kilogram.
Keunggulan utama dari komoditas ini adalah seluruh proses budidayanya yang menggunakan metode organik tanpa pestisida. Hal ini membuat produk melon Desa Jono lebih sehat untuk dikonsumsi.
Kepala Desa Jono, Eka Winarna, Sabtu (11/4/2026) menegaskan bahwa visi desa ke depan adalah menjadi pusat buah di tingkat kabupaten. Pihaknya tengah menyiapkan lahan seluas 1.500 meter persegi untuk diversifikasi komoditas.
"Konsepnya kami dorong Desa Jono menjadi pusat buah. Selain melon, ke depan akan dikembangkan kelengkeng dan alpukat menggunakan metode greenhouse serta teknologi booster agar tanaman lebih cepat berbuah dengan hasil stabil," ujar Eka.
Selain inovasi pertanian, Eka juga mengapresiasi perbaikan infrastruktur jalan Selo-Jono yang kini semakin mulus. Akses ini dianggap krusial dalam memangkas biaya distribusi pascapanen bagi para petani.
Bupati Grobogan, Setyo Hadi, memberikan apresiasi terhadap langkah kreatif BUMDes Aji Saka. Ia berharap unit usaha ini tidak hanya berhenti di melon, tapi terus merambah ke komoditas hortikultura lainnya.
"Saya yakin BUMDes ini dapat memberikan tambahan pendapatan bagi desa sekaligus membuka lapangan kerja baru. Ini langkah penting untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan ekstrem," tegas Bupati.
Direktur BUMDes Aji Saka, Eka Yulianingsih, mengungkapkan bahwa penggunaan metode greenhouse terbukti efektif meminimalisir kendala hama dan cuaca.
"Panen kedua ini hasilnya seragam dan kualitasnya terjaga berkat sistem budidaya organik yang ketat," tambahnya.
Editor : Arif F