Sempat Terganggu Akibat Genangan di Jalur Karangjati-Gubug, Kini Perjalanan KA Normal Kembali
GROBOGAN,iNewsMuria.id – Perjalanan sejumlah kereta api di Daop 4 Semarang sempat terganggu genangan air di jalur hilir KM 32+7/8 antara Stasiun Karangjati - Stasiun Gubug, pada Kamis (2/4/2026) malam.
Genangan air pada jalur hilir di KM 32+7/8 kamis malam setinggi 25 cm. Sehingga demi keselamatan, jalur hilir dinyatakan tidak aman dilewati oleh perjalanan kereta api.
Menurut Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, kini seiring surutnya genangan air di jalur tersebut, perjalanan KA kembali normal pada Jumat (3/4/2026).
Sebelumnya genangan air menyebabkan jalur dinyatakan tidak aman dilewati KA pada 01.45 WIB. Sehingga lanjut Luqman, perjalanan KA lewat satu jalur (hulu) bergantian.
Dampak dari pemberlakuan KA lewat satu jalur teresbut, sambungnya, sampai pukul 05,00 WIB ada 8 KA yang terganggu perjalanannya selama 10-15 menit karena harus bergantian.
KA yang terganggu perjalanannya adalah KA tujuan Jakarta : KA Kertajaya dan KA Darmawangsa. KA Tujuan Surabaya : KA Gumarang, KA Jayabaya, KA Harina, KA Argo Anjasmoro serta 2 KA barang tujuan Jakarta dan Surabaya.
Petugas prasarana KAI Daop 4 Semarang dikatakan Luqman, terus melakukan berbagai upaya penanganan secara intensif, mulai dari pemantauan kondisi jalur, pembersihan sampah.
Pengukuran geometri rel hingga memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Setelah melalui pemeriksaan menyeluruh, jalur dinyatakan aman untuk dilintasi dengan kecepatan terbatas pukul 07.40 WIB.
Dengan normalnya kembali jalur tersebut, perjalanan kereta api yang sebelumnya hanya bisa lewat jalur hulu secara bergantian kini kembali sesuai jadwal.
Disampaikan Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif, pihaknya juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi prasarana tetap dalam keadaan andal dan aman.
KAI memohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan tersebut. KAI berkomitmen terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan KAi bagi seluruh pelanggan.
Editor : Arif F