BMKG Deteksi Siklon Nokaen dan Bibit 96S, Wilayah Ini Bakal Dihantam Cuaca Ekstrem!
JAKARTA, iNewsMuria - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada 17-22 Januari 2026. Fenomena ini dipicu oleh dinamika atmosfer global, termasuk penguatan fase negatif La Nina yang memicu pembentukan awan hujan secara masif di tanah air.
Kondisi ini kian mengkhawatirkan karena suhu muka laut di perairan Indonesia terpantau relatif hangat, sehingga memperkaya pasokan uap air yang memicu hujan lebat. "Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif melintasi Maluku hingga Papua, yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan," tulis keterangan resmi BMKG, Jumat (16/1/2026).
BMKG juga mendeteksi adanya Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina yang bergerak ke arah Barat Laut dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot. Selain itu, munculnya Bibit 96S di pesisir barat Sumatra hingga Papua Barat turut memperkuat daerah konvergensi yang mampu meningkatkan potensi hujan badai.
Fenomena seruakan dingin (cold surge) dari Benua Asia turut diwaspadai karena mempercepat masuknya monsun Asia melewati ekuator melalui Selat Karimata. Dampak nyata dari pergerakan massa udara dingin ini adalah peningkatan kejadian cuaca ekstrem di wilayah Selatan Indonesia, terutama Sumatra bagian Selatan dan seluruh Pulau Jawa.
Pada periode 17-18 Januari, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat ditetapkan untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur dan Maluku. Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat intensitas hujan yang sangat tinggi.
Peringatan angin kencang juga mencakup wilayah luas mulai dari Banten, Kalimantan, hingga Papua Selatan akibat tekanan udara yang tidak stabil. Petugas di lapangan meminta warga untuk menghindari pohon besar atau papan reklame yang rawan tumbang saat angin kencang menerjang pemukiman.
Berlanjut pada periode 19-22 Januari, cuaca ekstrem diprediksi masih mendominasi wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, hingga Sulawesi Selatan dengan kategori siaga. Intensitas hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan petir diperkirakan akan meluas ke wilayah Sumatra Barat, Lampung, hingga Papua Pegunungan.
BMKG menegaskan bahwa prospek cuaca ini merupakan kondisi umum yang dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika atmosfer di lapangan. Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca detail melalui aplikasi mobile infoBMKG atau situs resmi pemerintah guna meminimalisir risiko kerugian material maupun korban jiwa.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait perlu terus ditingkatkan guna memastikan kesiapan jalur evakuasi dan posko bantuan di titik-titik rawan bencana. Masyarakat diimbau waspada dan ikuti arahan petugas di lapangan ketika menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang melanda Indonesia sepekan ke depan.
Editor : Arif F