Logo Network
Network

Kursus Evangelisasi Pribadi

kontributor
.
Rabu, 25 Oktober 2023 | 20:20 WIB
Kursus Evangelisasi Pribadi
Antonius Basuki.

KURSUS Evangelisasi Pribadi adalah metode pengajaran awam katolik untuk mengenal lebih dekat dengan pribadi Tuhan Yesus. Pengajarnya sebagian besar kaum awam yang tergabung dalam dewan paroki, tapi tentu saja ada materi-materi khusus yang juga disampaikan oleh Romo.

Beberapa tahun lalu, Gereja Katolik dianggap sebagai "raksasa penginjil yang sedang tertidur... memiliki tradisi, struktur, umat, tetapi tidak mempunyai api... (artinya kurang berkobar semangat penginjilannya). Datanglah Roh Kudus... nyalakanlah api kami !"

Kalimat diatas tertulis dalam buku ME (Misi Evangelisasi) halaman 1. Lahirnya buku ME, mengawali lahirnya gerakan Evangelisasi di kalangan umat Gereja Katolik. Kunci Penginjilan Katolik meliputi 3 bidang besar, yakni : 1). Lebih banyak membagikan kesaksian iman daripada mempertobatkan.
2). Lebih banyak menekankan keterlibatan dan partisipasi awam bersama hierarki Gereja, dan para klerus yang telah dilatih khusus dalam pewartaan Injil dan proses penginjilan, yang menghasilkan :
3). Orang-orang katolik dewasa yang sangat berdedikasi yang dibentuk dan dididik rohaninya, sehingga mereka dapat menerapkan dan menghayati sendiri Injil dalam kehidupannya sehari-hari.

Kesaksian iman ini adalah seseorang menceritakan pengalaman hidupnya. Banyak mukjizat yang Tuhan sudah beri dalam sejarah hidup kita. Perkembangan iman seseorang mengalami turun naik. Saat tertentu Tuhan menyelamatkan kita dari keterpurukan berkali-kali, di lain waktu kita sukses atas pencapaian hidup. Di lain pihak ada kesedihan terhadap persoalan hidup yang berbeda.

Pengalaman hidup iman seseorang ini, ternyata sangat bermanfaat bagi seseorang lain yang sedang mengalami keterpurukan yang hampir mirip di waktu yang berbeda. Saling bertukar cerita pengalaman hidup yang melibatkan karya penyelamatan Tuhan dalam hidup kita inilah, yang dinamakan proses penginjilan dalam gereja katolik.

Penginjilan katolik tanpa perlu mengajak seseorang bertobat, selanjutnya Allah Roh Kuduslah yang akan bekerja menyelamatkan hidup seseorang  secara pribadi di lain waktu. Jika kita mendoakan seseorang yang sedang letih lesu dan berbeban berat pun, kita tidak perlu menghakimi orang tersebut dalam doa kita.

Kita hanya berserah terhadap segala permasalahan yang dihadapinya kepada Tuhan, selanjutnya biarlah Tuhan yang bekerja membentuk dia, sebagai jawaban cinta kasihNya.

Tuhan adalah kasih, dia tidak akan membiarkan umatnya terpuruk dalam segala permasalahannya. Jika dia memanggil seseorang untuk menolong seseorang yang lain yang sedang berbeban berat dengan hanya mendoakan, maka dengan cara sederhana pula, Tuhan bisa memberi solusi kepada orang tersebut secara tepat pada waktunya.

Seorang penginjil katolik pada saat sharing iman, bisa tidak menggunakan Firman, tetapi penekanannya hanya untuk memancing seseorang yang sedang diinjilinya, mau menceritakan masalah hidupnya. Rencana Allah semuanya baik, hanya saja manusia yang diberi pilihan bebas, seringkali memilih jalan sendiri, yang sejatinya tidak sesuai dengan kehendakNya. 

Jawaban Allah, adalah Firman Allah menjadi manusia bernama Yesus Kristus Putra Allah yang hidup,  artinya di dalam Yesus, terdapat jawaban semua persoalan masalah kita. Seorang penginjil akan memakai Firman Tuhan di dalam Kitab Suci untuk menyelesaikan segala masalah orang yang diinjilinya, karena di dalam Firman dan Doa bisa mengubah segala sesuatu. Firman yang menyentuh hati seseorang dapat menguraikan simpul-simpul hidup. Di dalam Firman ada sumber kehidupan dan sumber kesembuhan.

Penginjil awam ini membantu  kerja Romo Paroki, dalam menjemput domba-domba yang hilang diantara umat parokinya. Untuk itulah KEP bisa sebagai sarana mempersiapkan seorang warga lingkungan menjadi seorang pewarta kabar sukacita di sekitar lingkungannya. KEP juga bisa mempersiapkan warga lingkungan untuk diutus melayani gereja misal tugas pelayanan koor, pro diakon, katekis, bahkan duduk di dewan paroki atau yang sederhana menjadi pengajar sekolah minggu.

Langkah terakhir dari 5 langkah Pemuridan Evangelisasi adalah integrasi ke dalam pelayanan di dalam  komunitas doa tertentu sesuai bakatnya. Banyak sekali komunitas doa di dalam gereja katedral ; ada komunitas doa karismatik, komunitas doa taize, komunitas doa meditasi (hening) katolik, komunitas doa kerahiman ilahi, komunitas doa Legio Maria.  Semua komunitas doa itu bertujuan membimbing anggotanya menemukan Tuhan lebih dekat dalam segala aktifitas hidupnya.

Ada yang doa berpusat pada Kerahiman Allah (doa kerahiman ilahi), pada Allah Putera (komunitas doa hati kudus Yesus) dan ada yang kepada Allah Roh Kudus (komunitas pembaharuan doa karismatik, ada yang kepada Allah Tritunggal (komunitas Tri Tunggal Mahakudus) serta ada yang berpusat kepada Bunda Maria (komunitas Legio Maria) dan semua tujuan komunitas itu demi kemuliaan Allah serta masih banyak lagi komunitas di Keuskupan Agung Semarang, ada sekitar 100 komunitas di KAS.

Harapan Gereja, agar peserta KEP dapat mewartakan kabar sukacita yang dibawa Tuhan Yesus, sebagai tugas perutusannya ke umat katolik lain melalui sharing pengalaman iman, mendoakan bagi yang membutuhkan dan mengajak umat untuk mengenal lebih dalam pribadi Tuhan dengan segala teladan kebajikanNya. Tuhan Yesus menjanjikan Roh Penolong (Roh Kudus) untuk menyertai tugas perutusan ini.

Saat sebelum pengajaran KEP yang berlangsung 3,5 bulan, kita perlu mempersiapkan hati terlebih dahulu. Di acara Rekoleksi Awal, ada acara Doa Pencurahan Roh Kudus. Umat katolik sudah banyak mengetahui hal ini, tetapi seringkali salah memahami arti Doa Pencurahan Roh Kudus. Seseorang dibaptis katolik, saat itulah Roh Kudus telah diterimanya. Saat kita  menerima Sakramen Penguatan, kita mendapat kepenuhan 7 (sapta) karunia Roh Kudus, yang terdiri ; Roh kebijaksanaan, Roh Pengertian, Roh Nasehat, Roh Keperkasaan, Roh Pengenalan akan Allah, Roh Kesalehan dan Roh Takut akan Allah. 

Roh Kudus dengan 7 karunianya inilah yang membimbing, menghibur, menolong kita untuk menjalani hidup. Seiring perjalanan hidup seseorang, perkembangan iman seseorang mengalami naik turun, karena manusia diciptakan dengan diberi kehendak pilihan bebas. Saat seseorang memilih jalan berlawanan arah dengan kehendak Allah, maka saat itu dia menjauh dari Allah. Roh kudus yang telah ada di dalam hati seseorang sering tidak disadari, tapi tetap setia membisikkan dalam suara hati.Seseorang sering belum dapat membedakan manakah suara Roh Baik dan manakah suara Roh Jahat. 

Santo Ignatius Loyola mengajarkan Siklus Latihan Rohani, untuk bisa membedakan suara Roh tersebut dan bisa mengambil langkah mengikuti suara Roh Baik untuk kembali kepada jalan Tuhan. Santo Yohanes Salib, mengajarkan Mati Raga yang berbunyi : “Kita seperti batu yang harus dipahat dan dibentuk sebelum digunakan dalam bangunan.

Orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekeliling kita seperti pengrajin untuk membentuk dan mematikan kita. Orang-orang akan membentuk kita dengan 4 cara :
1). Melalui Kata-Kata, memberi tahu apa yang tidak ingin kita dengar.
2). Melalui Perbuatan, melakukan pada kita, apa yang tidak ingin kita tanggung.
3). Dengan Temparamen, pribadi dan tindakan mereka mengganggu kita.
4). Dengan Pikiran, tidak menghargai atau merasakan cinta untuk kita. 

Ingatlah dalam situasi ini, kita harus menanggung Mati Raga, dan gangguan ini dengan Kesabaran Batin”.

Saat mengalami kejatuhan iman itulah seseorang memerlukan Retreat, Rekoleksi atau pemulihan iman, pemulihan hidup baru dalam api Roh Kudus. Api Roh Kudus bukanlah seperti api Lilin yang membakar lilin sampai habis, kemudian api itu padam. Tetapi mintalah kepada Allah, api Roh Kudus yang tidak membakar, yang tetap menyala berkobar-kobar, tak pernah padam. Api cinta kasih Allah Roh Kudus inilah yang akan menerangi kegelapan hati kita, menyingkirkan sisi gelap (Roh Jahat) dalam diri kita.

Tanpa kita sadari, Roh Kudus itu yang menuntun kita dan memberi kekuatan pada saat mengalami  kepahitan hidup. Ef 5:8 : “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang”.  Yoh 12:36 : “Percayalah pada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang.” 1 Tes 5:5 : “karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan”. 1Tes 5:8 : “Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan”.

Pemulihan iman dengan mengikuti Rekoleksi di awal KEP dan Retreat Perutusan ini sangat diperlukan, sehingga kita bisa mendapatkan 9 Buah-Buah  Roh Kudus ; Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemah-lembutan,dan Penguasaan diri. Pohon Roh Kudus dalam diri kita apabila ingin segera berbuah dan buahnya tetap berlimpah, maka kita perlu menyirami setiap hari dengan mendengarkan firman Tuhan Yesus, menyambut santapan rohani tubuh dan darah kristus sesering mungkin dan memberi pupuk dalam pelayanan di komunitas doa, serta pelayanan terhadap sesama (memberi penghiburan, peneguhan iman, dan mendoakan orang yang membutuhkan pertolongan). 

Seseorang yang telah mendapat satu atau lebih kharisma Roh Kudus (ada 9 kharisma Roh Kudus), akan berusaha membagikan manfaatnya ke orang-orang yang membutuhkan pertolongan, baik ke dalam komunitas doa maupun permintaan secara pribadi di luar komunitas doa.

Apapun kharisma yang di dapat peserta di acara Doa Pencurahan Roh Kudus di dalam Retreat Perutusan, orang tersebut wajib melatihnya dalam komunitas doa yang sesuai. Jika tidak dilatih, kepekaan mendengarkan dan mengikuti kehendak suara Roh Kudus ini, bisa tertidur kembali bahkan bisa hilang. 

Oleh sebab itulah, penginjilan katolik, lebih menekankan kata “pribadi” melekat pada diri sendiri terlebih dahulu. Mat 7:3 : “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?”  Sehingga Kursus Evangelisasi Pribadi ini, Tuhan Yesus sendiri yang mencari orang-orang pilihannya, seperti saat Yesus memilih para Rasul. Mat 4:19 :  Yesus berkata kepada mereka : “Mari Ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”.

Umat katolik yang terpanggil mengikuti ajakan Yesus ini, bisa mengawalinya dengan mengikuti proses belajar di KEP Katedral Semarang yang berlangsung 2-3 minggu setelah Paskah. Rekoleksi awal diselenggarakan 19-21 April 2024, sebelumnya ada 1 hari yang akan digunakan untuk Wawanhati. Pengajaran dari tanggal 22 April sampai dengan 8 Agustus 2024. Retreat Perutusan 9-11 Agutus 2024. 

Kepastian tanggal akan diumumkan kemudian, saat pendaftaran ulang telah dibuka, beberapa bulan sebelum hari H di tahun 2024.

Panitia KEP XV Katedral Semarang telah terbentuk, artinya telah dibuka pendaftaran peserta sejak dini, dan semua lingkungan dalam paroki Katedral Semarang, termasuk semua lingkungan di Gereja Santo Paulus stasi Sampangan Semarang, alangkah baiknya apabila mau mengirimkan 5 warganya per lingkungan yang terdiri dari orang tua sepuh yang merasa terpanggil untuk melayani Tuhan, , keluarga muda sebagai penerus regenerasi kepengurusan di lingkungan, pro diakon, katekis dan di dewan paroki maupun OMK, sebagai generasi penerus pengurus dan penggerak berbagai komunitas doa di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Semarang.

Bagi umat katolik Warga Paroki Katedral Semarang, maupun warga Paroki lain luar Katedral Semarang, dapat mengisi Form Pendaftaran Peserta KEP secara Digital dari link yang tersedia di bawah ini :
http://bit.ly/43QVBmR.(Antonius Basuki, panitia KEP 2024 di salah satu paroki di Semarang) 

Editor : Langgeng Widodo

Follow Berita iNews Muria di Google News

Bagikan Artikel Ini