​Gegara Sisa Api Tungku Masih Menyala, Rumah Warga di Klambu Grobogan Hangus Terbakar

Arif Fajar
Proses pemadaman api yang membakar rumah di Desa Menawan, Kecamatqn Klambu, Grobogan, Rabu (14/10/2026) malam. (Foto: Dok Polsek Klambu)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Nasib naas menimpa Paimah (65), seorang warga Desa Menawan, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Rumah miliknya dilalap si jago merah pada Rabu (14/10/2026) malam, gara-gara sisa api tungku tradisional yang lupa dipadamkan saat ditinggal pergi.

Data yang diperol​eh dari kepolisian, Kamis (15/10/2026) pagi, menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun bangunan dapur dan sejumlah barang berharga milik korban hangus tak tersisa.
​
​Kebakaran rumah korban diduga kuat bersumber dari api tungku kayu tradisional di dalam dapur yang masih menyala. Karena ditinggalkan dalam keadaan tanpa pengawasan, percikan api dengan cepat menyambar material kayu di sekitarnya.

​Kondisi bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari bahan mudah terbakar membuat kobaran api kian cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian bangunan tambahan (gandok) di rumah tersebut.
​
​Peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban. Saat itu, rumah Paimah sedang dalam kondisi kosong. Tetangga yang melihat kepulan asap tebal dan kobaran api dari arah dapur langsung berteriak histeris meminta pertolongan.

​Sontak, teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Merekapun berbondong-bondong datang ke lokasi membawa peralatan seadanya untuk membantu memadamkan api secara swadaya agar tidak merambat ke pemukiman warga lainnya.

​Di saat yang sama, warga juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Klambu serta tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Grobogan untuk mendapat penanganan medis dan evakuasi lebih lanjut.
​
​Kapolsek Klambu, AKP Masngud Afandi, mengonfirmasi bahwa personel kepolisian bersama tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat menuju lokasi kebakaran begitu menerima laporan warga.

​“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Korban diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp15 juta,” jelas AKP Masngud Afandi.

​Bangunan yang terbakar merupakan rumah tambahan atau gandok berukuran 4 x 6 meter. Struktur bangunan yang terdiri dari dinding asbes serta tiang, blandar, dan kerangka dari kayu membuat api melahap habis bangunan tersebut dalam waktu singkat.

​Selain bangunan rumah, sejumlah barang berharga milik korban juga ikut gosong terlahap api, di antaranya, tumpukan kayu bakar, beras bantuan, gabah hasil panen, dokumen penting keluarga (seperti KTP dan Kartu Keluarga)
​
​Atas kejadian ini, AKP Masngud Afandi mengingatkan masyarakat Grobogan, khususnya yang masih menggunakan alat masak tradisional, agar selalu waspada dan lebih berhati-hati. ​Lalai mematikan api tungku walau sebentar bisa berakibat fatal, terutama pada rumah berarsitektur kayu yang mudah terbakar.

​“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan api tungku benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah. Periksa juga kondisi dapur dan jauhkan bahan mudah terbakar dari sumber panas untuk mengurangi risiko kebakaran,” tegas AKP Masngud.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network