GROBOGAN, iNewsMuria.id - Pasca penghitungan suara pemilihan kepala desa (Pilkades) berakhir tegang, massa tak terima dengan perolehan suara calon Kades yang didukungnya.
Mereka mendesak panitia melakukan pemungutan suara ulang. Petugas yang berjaga pun segera bersiap menghadapi potensi kerusuhan dalam pelaksanaan Pilkades 2026 di Grobogan.
Massa terus mendesak untuk dilakukan pemungutan suara ulang. Tim negoisator Polwan Polres Grobogan tak mampu meredam kemarahan massa pendukung.
Sehingga tim negoisator ditarik mundur digantikan anggota Dalmas (Pengendalian Massa) Polres Grobogan. Hingga akhirnya terjadi kericuhan antara massa dan petugas.
Kejadian tersebut merupakan gambaran latihan pengamanan Pilkades 2026 yang digelar Polres Grobogan di lapangan Mapolres setempat, Rabu (14/10/2026).
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama menegaskan bahwa latihan ini sangat krusial mengingat Pilkades memiliki kedekatan emosional antarwarga, sehingga perbedaan dukungan rentan gesekan.
"Ini bagian dari kesiapan kita menghadapi potensi kerawanan Pilkades. Setiap personel harus memahami perannya, menjaga kesatuan komando, serta mampu bertindak cepat dan tepat sesuai prosedur," tegas AKBP Endhie Pratama.
Dalam penanganan di lapangan, Polres Grobogan mengedepankan beberapa poin mendasar bagi seluruh personel. Yakni pendekatan humanis dan persuasif dengan mengutamakan dialog.
Penggunaan kekuatan hanya dilakukan sesuai tahap komando dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Anggota Polri dilarang keras menunjukkan keberpihakan kepada kandidat mana pun.
Selain kesiapan taktis internal, Polres Grobogan juga memperkuat sinergi lintas instansi bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk penanganan terpadu.
"Latihan ini bentuk persiapan operasi kepolisian mandiri kewilayahan dengan sandi Aman Desa 2026. Kami berkomitmen untuk mengawal seluruh tahapan Pilkades 2026 di Grobogan agar aman, damai, dan kondusif," pungkas AKBP Endhie.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
