Jadi Pembina Upacara di SMAN 1 Purwodadi, Kapolres Grobogan: Stop Perundungan dan Bijak Gunakan AI

Arif Fajar
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama menjadi pembina upacara di SMAN 1 Purwodadi, sampaikan pesan moral stop bullying.(Foto: Dok Humas Polres Grobogan)

GROBOGAN,iNewsMuria.id – Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama jadi pembina upacara di SMA Negeri 1 Purwodadi. Sejumlah pesan penting disampaikan Kapolres ke para pelajar.

Kapolres dalam pesan moral kepada para pelajar saat upacara hari Senin (28/9/2026) mengingatkan pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penggunaan teknologi secara bijak di era digital.

Salah satu fokus utama yang ditekankan Kapolres Grobogan adalah komitmen untuk menghentikan tindakan bullying atau perundungan, baik secara langsung maupun lewat media sosial. 

Pelajar diingatkan AKBP Endhie Pratama, agar tidak menjadikan perbedaan fisik, latar belakang keluarga, maupun kekurangan lainnya sebagai bahan hinaan.

“Apabila mengetahui adanya tindakan bullying, segera sampaikan kepada guru, wali kelas, orang tua, atau pihak yang dapat memberikan pertolongan. Jangan ikut menertawakan, merekam, menyebarkan, atau memberikan dukungan terhadap tindakan tersebut,” tegas Kapolres Grobogan.

Tak hanya perundungan, AKBP Endhie Pratama juga mewanti-wanti para siswa untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, perkelahian, penyalahgunaan narkoba.

Termasuk juga minuman keras, balap liar, hingga perjudian online. Ia meminta para siswa tidak mudah terprovokasi hanya demi mengejar pengakuan, popularitas, atau dianggap berani.

Seiring maraknya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Kapolres mengimbau para pelajar agar memanfaatkannya untuk hal-hal positif.

“Jadilah generasi yang cerdas digital. Ingat selalu prinsip saring sebelum sharing dan gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat,” kata Kapolres AKBP Endhie. 

AI menurut Kapolres Jangan digunakan untuk menyebarkan hoaks, melakukan penipuan daring, maupun membuat dan menyebarkan foto atau video palsu tanpa izin.

Masalah kekerasan berbasis gender juga menjadi perhatian serius Kapolres, meminta para pelajar tidak melakukan maupun mendukung tindakan kekerasan, pelecehan, intimidasi, hingga penyebaran konten pribadi tanpa izin.

“Jika menemukan teman yang menjadi korban, siswa memberikan dukungan tanpa menghakimi dan segera melaporkannya ke pihak berwenang atau sekolah,” tegas Kapolres.

Mengakhiri amanatnya, Kapolres Grobogan mengutip pesan filsuf ternama Aristoteles bahwa "pendidikan memiliki akar yang pahit, tetapi buahnya manis." 

Pesan ini mengingatkan bahwa proses menuntut ilmu memang membutuhkan ketekunan dan kerja keras, namun hasilnya akan menjadi bekal berharga di masa depan.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network