Sederet Tokoh Bangsa, Gus Mus hingga Romo Magnis Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Bencana Nasional
JAKARTA, iNewsMuria.id - Gerakan Nurani Bangsa secara resmi mendesak pemerintah agar segera menetapkan status bencana nasional terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Desakan ini dilayangkan menyusul masifnya musibah karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia tanpa menunjukkan perbaikan signifikan dalam beberapa bulan.
Gerakan etis non-partisan tersebut diinisiasi oleh sejumlah tokoh terkemuka termasuk Nyai Sinta Nuriyah Wahid, Gus Mus, hingga Franz Magnis Suseno. Tokoh lain yang turut bergabung di dalamnya meliputi M. Quraish Shihab serta Ignatius Kardinal Suharyo.
"Negara harus segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan sebagai Bencana Nasional sesuai dengan Undang-undang No. 24 Tahun 2007," tulis pernyataan resmi GNB, dikutip Rabu (14/10/2026). Langkah tersebut dinilai krusial agar hak-hak dasar warga negara yang terdampak dapat segera terpenuhi secara optimal.
Selain itu, GNB menegaskan bahwa penanggulangan bencana ini harus dijalankan secara lebih serius, fokus, menyeluruh, serta terintegrasi. Perlindungan terhadap keselamatan serta kemaslahatan warga harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah.
Pemerintah selaku penanggung jawab kesehatan publik diminta segera meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi warga terdampak. Perhatian khusus tersebut harus diberikan kepada kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, serta warga dengan kebutuhan khusus.
GNB turut menuntut adanya penegakan hukum yang adil dan transparan bagi pihak terduga pelaku pembakaran hutan. Korporasi besar yang memiliki kewajiban menjaga daya dukung lingkungan harus diminta pertanggungjawaban hukum secara tegas.
Pemerintah pusat maupun daerah juga diingatkan agar memperbaiki komunikasi publik dan berhenti menyalahkan faktor alam. Kebakaran hutan diyakini selalu diawali oleh tindakan pembakaran yang disengaja untuk pembukaan lahan perkebunan skala besar.
Di sisi lain, pemerintah didesak agar membuka diri terhadap uluran tangan negara sahabat serta lembaga bantuan internasional. Langkah diplomasi yang baik dengan negara tetangga yang turut terdampak asap juga harus segera dijaga dan dipulihkan.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, pada Senin (12/10/2026) melaporkan kepada presiden bahwa ratusan hektare lahan masih terbakar di sejumlah provinsi termasuk Kalimantan Tengah. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemadaman karhutla kini menjadi prioritas utama pemerintah yang harus segera dituntaskan.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
