JEPARA, iNewsMuria.id- Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2027 dipastikan lebih rendah atau turun dari tahun sebelumnya. Kepastian ini merupakan hasil pembahasan Panitia Kerja (Panja) Haji DPR dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia.
Awalnya, Kemenhaj mengusulkan rata-rata BPIH tahun 2027 sebesar Rp 107.340.172 per jemaah haji. Namun setelah dilakukan pembahasan dengan Panja Haji DPR RI pada Rabu (7/10), akhirnya disepakati BPIH 2027 sebesar Rp 98.466.351 per jemaah. Rinciannya, biaya yang harus dibayar langsung oleh jemaah atau Bipih sebesar Rp 54.648.825 (55,50 %), dan sisanya ditanggung dari nilai manfaat pengelolaan keuangan haji sebesar Rp 43.817.526,35 (44,50%).
Ketua Panja Haji DPR RI H Abdul Wachid bersyukur lantaran BPIH 2027 sudah disepakati dan nominalnya lebih rendah dari sebelumnya. Menurut wakil rakyat asal Gerindra ini, turunnya BPIH menjadi kabar gembira karena meringankan beban jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun depan.
"Secara logika seharusnya biaya haji tahun 2027 itu melonjak tinggi karena kondisi geopolitik global memang masih seperti ini, harga minyak tinggi, harga avtur juga meroket, tiket penerbangan ikutan naik, kebutuhan layanan di Arab Saudi tinggi tapi ini malah turun," kata Abdul Wachid di Joglo Aspirasi Kalinyamatan, Jepara, Kamis (8/10/2026).
Turunnya BPIH ini juga merombak struktur pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2027 yang harus dibayar jemaah. Dari total Bipih sebesar Rp 54.648.825, jumlah tersebut dikurangi dengan setoran awal jemaah sebesar Rp 25 juta, perolehan Virtual Account (VA) sebesar Rp 3,4 juta, serta adanya subsidi pemerintah sebesar Rp 3,2 juta, sehingga sisa biaya pelunasan yang harus dibayarkan oleh jemaah menjadi rata-rata sebesar Rp 23.048.825.
Nominal ini turun dibanding Bipih 2026. sebab rata-rata biaya pelunasan haji 2026 (setelah dikurangi setoran awal dan komponen lainnya) Rp 26.433.806,58 per jemaah. Atau ada selisih Rp 3.384.981,58.
Menurut Abdul Wachid, subsidi pemerintah untuk jemaah haji pada 2027 tak bisa dilepaskan dari peran besar Wakil Ketua DPR RI Prof Sufmi Dasco Ahmad. Pimpinan Dewan asal Gerindra ini berkomunikasi langsung dan bisa meyakinkan Presiden Prabowo Subianto sehingga ada subsidi sebesar Rp 3,2 juta per jemaah. Atau jika ditotal lebih dari Rp 650 miliar untuk seluruh jemaah haji Indonesia.
"Alhamdulillah, seiring formula subsidi ini, maka beban pelunasan jemaah haji 2027 turun sebesar Rp 3.384.981,58 dibanding sebelumnya,"
"Kami ucapkan terimakasih atas bantuan Prof Sufmi Dasco Ahmad. Selaku Ketua Panja Haji kami kesulitan menghitung biaya haji murah tapi tetap berkualitas, tapi berkat upaya beliau, biaya haji tahun 2027 bisa turun dibanding 2026," tandas Wakil Ketua Komisi VIII DPR asal Jepara ini.
Turunnya biaya haji 2027 ini disambut gembira oleh Yusuf, salah seorang calon jemaah haji asal Desa Bulungan Kecamatan Pakisaji, Jepara. Yusuf dan istrinya sudah mendaftar haji sejak 2013. Rencananya, ia dan istrinya akan berangkat haji pada tahun depan.
"Alhamdulillah, teryata biaya haji turun, ini sangat membantu kami. Sekarang ini fokus menyiapkan biaya pelunasan untuk berdua. Semoga biaya haji lebih murah tapi kualitas layanan tetap maksimal," harap Yusuf. (*)
Editor : Arif F
Artikel Terkait
