Kapolri Ungkap Penyebab Rakyat Indonesia Susah Lepas dari Judi Online!

Fitri Mulia
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan alasan utama di balik sulitnya memberantas praktik judi online di tengah masyarakat. (Foto: ist)

JAKARTA, iNewsMuria - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan alasan utama di balik sulitnya memberantas praktik judi online yang kian menjamur di tengah masyarakat. Ia menyebutkan bahwa fenomena Fear of Missing Out atau FOMO menjadi salah satu pemicu kuat masyarakat terjerumus ke dalam lingkaran setan tersebut.

Selain faktor psikologis, rendahnya tingkat pendidikan dan pemahaman teknologi yang minim turut memperparah kerentanan warga terhadap rayuan keuntungan instan. Masalah kesejahteraan, tingginya angka pengangguran, serta kesenjangan sosial yang tajam juga diidentifikasi sebagai akar permasalahan yang harus segera diintervensi.

"Beberapa hal yang menjadi faktor menjamurnya judi online adalah pengangguran, FOMO, kesejahteraan, pendidikan rendah, hingga kesenjangan sosial yang tinggi," ujar Jenderal Sigit kepada wartawan, di Jakarta, baru-baru ini. Menurutnya, kombinasi faktor-faktor sosial tersebut menciptakan ekosistem yang subur bagi pertumbuhan situs-situs ilegal di tanah air.

Menyikapi hal ini, Polri terus mengoptimalkan upaya pemberantasan dengan menyasar langsung pengelola situs hingga penyitaan aset hasil kejahatan. Fokus utama kepolisian tidak hanya pada penutupan akses, tetapi juga penegakan hukum yang tegas terhadap aktor intelektual di balik layar.

Sejauh ini, pihak kepolisian telah mencatatkan prestasi besar dengan mengungkap 665 perkara judi online dan menetapkan sebanyak 741 orang sebagai tersangka. Operasi ini berhasil mengamankan aset senilai Rp1,5 triliun serta memblokir ribuan rekening bank yang digunakan untuk transaksi ilegal tersebut.

Tidak hanya melakukan penangkapan, korps Bhayangkara juga melaporkan telah memblokir lebih dari 241 ribu situs konten judi yang menyasar pengguna internet. "Kami juga telah melaksanakan 1.614 kegiatan preventif untuk memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah tergiur," tandas Kapolri.

Upaya preventif terus digencarkan sebagai benteng pertahanan utama guna mencegah bertambahnya jumlah korban baru di masa mendatang. Kapolri menegaskan bahwa kolaborasi antara penegakan hukum dan literasi masyarakat adalah kunci mutlak untuk memutus rantai bisnis haram ini secara total.
 

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network