Masih Ada 77.082 Rumah Tak Layak Huni di Grobogan, Tertinggi di 5 Kecamatan Ini

Arif Fajar
Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan jawaban atas pemenadangan fraksi atas Raperda Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman, di DPRD Rabu (14/1/2026). (Arif Fajar)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Bupati Grobogan Setyo Hadi mengungkapkan hingga awal Tahun 2026, di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah masih ada 77.082 rumah tidak layak huni (RTLH).

Hal tersebut disampaikan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Grobogan dengan agenda jawaban Bupati atas pemandangan umum fraksi atas Raperda tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman, Rabu (14/1/2026).

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani, Bupati Setyo Hadi mengatakan, ada lima kecamatan di Kabupaten Grobogan dengan RTLH tertinggi atau terbanyak.

"Ada lima kecamatan dengan data RTLH tertinggi meliputi Kecamatan Pulokulon, Kecamatan Geyer, Kecamatan Ngaringan, Kecamatan Wirosari, dan Kecamatan Toroh," jelas Bupati Grobogan.

Menurut Bupati Setyo Hadi, masih tingginya data rumah tidak layak huni di Kabupaten Grobogan disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya, faktor ekonomi, fisik bangunan, lingkungan, sosial, tata ruang dan lahan.

Editor : Arif F

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network