Waspadai Gangguan Penglihatan pada Lansia, Ketahui Pemicu dan Deteksi Dini dengan Pemeriksaan Rutin

Fitri Mulia
Peringati Hari Penglihatan Sedunia 2026, pemeriksaan mata rutin dan deteksi dini penting dilakukan guna mencegah gangguan penglihatan pada lansia. Foto istimewa

JAKARTA, iNewsMuria.id - Penurunan kemampuan penglihatan pada kelompok lanjut usia kerap dianggap sebagai proses penuaan alami yang wajar dialami. Padahal, sekitar 15 juta penduduk Indonesia berusia 50 tahun ke atas mengalami gangguan mata yang sebenarnya dapat dideteksi lebih awal.

Refraksionis Optisien Optik 99K, Suhadi, A.Md.RO, menjelaskan bahwa gangguan seperti rabun jauh, rabun dekat, hingga mata tua atau presbiopia banyak dijumpai seiring bertambahnya usia. "Jangan menganggap penglihatan yang mulai menurun sebagai sesuatu yang harus diterima begitu saja, kenali gejalanya dan periksakan mata secara rutin," ujar Suhadi, dalam keterangannya, Rabu (15/10/2026).

Ia menambahkan bahwa gangguan penglihatan serius juga dapat dipicu oleh penyakit seperti katarak, glaukoma, maupun retinopati diabetik yang sering kali tidak bergejala pada tahap awal. Oleh karena itu, pemeriksaan mata menyeluruh secara berkala setiap satu hingga dua tahun sangat dianjurkan bagi warga berusia di atas 50 tahun.

Selain pemeriksaan medis, masyarakat disarankan menerapkan aturan 20-20-20 saat menggunakan perangkat digital untuk mengurangi kelelahan mata secara mandiri. Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan lutein, zeaksantin, vitamin A, dan omega-3 juga turut mendukung kesehatan penglihatan harian.

Pada peringatan Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day 2026, kegiatan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis digelar bagi warga Karet Kuningan, Jakarta Selatan. Acara yang diinisiasi Holywings Peduli ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis serta meningkatkan kesadaran akan kesehatan mata.

Ketua Program Holywings Peduli, Andrew Susanto, menyampaikan bahwa kesehatan mata memegang peranan penting yang setara dengan kesehatan organ tubuh lainnya. "Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan edukasi sekaligus membantu warga yang membutuhkan kacamata agar dapat beraktivitas dengan lebih nyaman," kata Andrew.

Dalam kegiatan tersebut, diserahkan pula bantuan peralatan medis pendukung kepada Posbindu dan Posyandu setempat guna menunjang pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai fasilitas vital mulai dari tensimeter digital, stetoskop, hingga kursi roda.

Lurah Karet Kuningan, Leo Yudhantara Harahap, menyampaikan apresiasi mendalam atas digelarnya layanan pemeriksaan mata serta penyaluran bantuan fasilitas kesehatan bagi warganya. "Pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis sangat membantu warga, khususnya para lansia," ungkap Leo.

Melalui sinergi edukasi dan aksi nyata ini, peringatan World Sight Day 2026 diharapkan mampu mendorong kebiasaan menjaga kesehatan mata di tengah masyarakat.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network